BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Teori
Teknologi Informasi
Menurut Rainer, Cegielski (2009, p.7) tentang teknologi informasi dapat
diartikan bahwa teknologi informasi itu berhubungan dengan alat berbasis
komputer yang digunakan orang untuk melakukan suatu pekerjaan dengan
menggunakan informasi dan mendukung informasi serta proses informasi yang
dibutuhkan oleh suatu organisasi atau perusahaan. Sedangkan menurut Williams, Sawyer (2010, p.4) tentang
teknologi informasi dapat diartikan bahwa teknologi informasi adalah sebuah
istilah umum yang menggambarkan setiap teknologi yang membantu menghasilkan,
memanipulasi, menyimpan, berkomunikasi dan menyebarkan informasi.
2.2 Teori
Revolusi Internet
Menurut O’Brein (2005, p.261) tentang revolusi internet yaitu pertumbuhan internet yang sangat pesat adalah
fenomena revolusioner dalam komputasi dan telekomunikasi. Internet telah menjadi jaringan yang terbesar dan terpenting pada
saat ini dan telah berevolusi menjadi information
superhighway global yang artinya jaringan informasi yang dapat dilalui dan
diakses diseluruh dunia. Internet
semakin meluas seiring dengan banyaknya bisnis, organisasi atau perusahaan,
komputer, dan jaringan web.
2.2.1
Penggunaan Bisnis dari Internet
Menurut
O’Brein (2005, p.263) bahwa
penggunaan bisnis dari internet telah
meluas dari pertukaran informasi secara elektronik ke aplikasi strategi bisnis.
Seperti contoh suatu perusahaan menggunakan teknologi internet untuk melakukan pemasaran secara online, penjualan online,
dan sebagainya. Berikut gambaran bagaimana perusahaan menggunakan internet untuk melakukan bisnis.
Gambar 2.1 Contoh bagaimana perusahaan dapat
menggunakan internet untuk bisnis
Sumber : O’Brien
(2005, p.264)
2.3 Teori
E-Commerce
Menurut Jelassi, Tawfik, Enders, Albrecht (2008, p.4) E-Commerce
lebih spesifik daripada E-Business dan dianggap menjadi hal yang paling akhir.
Teori E-Business dan M-Commerce (Mobile Commerce) tidak
dibahas lebih lanjut pada paper ini.
Gambar 2.2 E-Business
includes E-Commerce and Mobile Commerce
Sumber :
Jelassi, Tawfik, Enders, Albrecht (2008, p.5)
E-Commerce itu sendiri berkaitan dengan
fasilitas transaksi, penjualan produk dan layanan online melalui internet
atau jaringan telekomunikasi lainnya.
E-Commerce merupakan perdagangan
elektronik yang menampilkan barang atau jasa yang dijualnya secara digital. E-Commerce meliputi semua langkah-langkah perdagangan seperti :
pemasaran online, pemesanan online, pembayaran online, barang dan jasa secara digital
dan distribusi online. Aplikasi pada E-Commerce
berorientasi pada kegiatan eksternal yang terdapat 2 sisi yaitu :
2.3.1 Buy-Side
Kegiatan atau proses pembelian
kepada para pemasok atau suppliers.
2.3.2 Sell-Side
Kegiatan atau proses penjualan
kepada para pelanggan atau para resellers.
Sedangkan menurut O’Brien (2005, p.380) menjelaskan bahwa E-Commerce merubah bentuk persaingan,
kecepatan bertindak dan perampingan interaksi, produk dan pembayaran dari
pelanggan ke perusahaan dan dari perusahaan ke pemasok.
2.3.1 Teknologi E-Commerce
Menurut O’Brien
(2005, p.384)Teknologi yang dibutuhkan untuk E-Commerce adalah sebagian besar teknologi informasi dan teknologi
internet. Berikut gambaran yang mengilustrasikan beberapa Teknologi E-Commerce yang dibutuhkan oleh Free Market Inc.
Gambar 2.3 Komponen Teknologi Informasi pada FreeMarkets Inc.
Sumber : O’Brien
(2005, p.385)
2.3.2 Bentuk-Bentuk E-Commerce
Bentuk-Bentuk
Tipe E-Commerce menurut O’Brien (2005, p.384) adalah sebagai
berikut :
2.3.2.1 Business-to-Consumer (B2C)
B2C ini menjelaskan perusahaan harus
mengembangkan pasar elektronik yang menarik untuk menjual berbagai produk dan
jasa ke para pelanggan. Contohnya banyak perusahaan menawarkan situs web E-Commerce
yang menyediakan pajangan virtual dan
katalog multimedia, pemrosesan
pesanan interaktif, sistem pembayaran yang aman dan dukungan pelanggan online.
2.3.2.2 Business-to-Business (B2B)
B2B ini melibatkan pasar E-Business dan hubungan pasar langsung
antar perusahaan. Contohnya banyak perusahaan menawarkan situs web yang aman berisi katalok E-Commerce melalui internet atau
ekstranet untuk para pelanggan dari perusahaan dan para pemasok.
2.3.2.3 Consumer-to-Consumer (C2C)
C2C ini menjelaskan tentang
keberhasilan besar dari lelang online
seperti amazon, eBay, Tokobagus, KaskusFJB,dll yang merupakan tempat para
pelanggan dan juga perusahaan dapat
membeli serta menjual ke satu sama lain dalam proses situs web lelang, menjadikan C2C sebuah strategis bisnis E-Commerce yang penting.
2.4 Teori
Cybercrime
Menurut Joshi (2010, p.111) jika dunia maya adalah jenis komunitas atau
lingkungan raksasa secara visual yang
terdiri dari para pengguna dari berbagai daerah atau dunia, dengan adanya E-Commerce ini tidak mengherankan bahwa
adanya Cybercrime. Cybercrime itu sendiri adalah tindakan
kejahataan yang dilakukan seseorang yaitu dikenal dengan istilah crackers yang melakukan penyerangan
jaringan komputer yang dikenal dengan istilah DOS (Denial of Service) Attacks yang bertujuan untuk melakukan
pengrusakan pada sistem dan jaringan komputer dengan cara mengirim data dalam
jumlah banyak atau dengan istilah SPAM,
dan mengirim code atau virus-virus. Cybercrime atau Computer Crime terdiri dari rekan kerja, orang
dalam, karyawan, pesaing, cracker dan
hacker yang menyerang
jaringan-jaringan. Umumnya yang melakukan kerusakan dilakukan oleh para cracker.
2.4.1 Pelaku Cybercrime
Sebelum
melangkah lebih jauh, hal ini mungkin berguna untuk memberikan catatan singkat
tentang berbicara tugas-tugas para pelaku cybercrime
:
2.4.1.1 Hackers
Seseorang
atau sekelompok yang menggunakan metode illegal untuk mengakses suatu komputer
atau jaringan yang bukan merupakan hak aksesnya.
2.4.1.2 Crackers
Seseorang
atau sekelompok yang melakukan pengrusakan pada suatu komputer atau
jaringan untuk mendapatkan keuntungan.
Contoh : penggunaan kartu kredit secara illegal.
2.4.1.3 Stealers
Seseorang
atau sekelompok yang melakukan pencurian informasi-informasi penting seperti passwords.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar