Senin, 26 Mei 2014

BAB 1 - Pendahuluan - Pengaruh Data Warehouse pada Bisnis Waralaba

BAB 1
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Memasuki era globalisasi ini, perkembangan teknologi informasi yang terus berkembang telah merubah kebiasaan perusahaan tentang penggunaan teknologi untuk melakukan suatu pekerjaan agar mendapatkan informasi. Dimana dahulu perusahaan masih melakukan pekerjaan dengan cara manual seperti melakukan pengecekan data transaksi penjualan barang dan pembelian barang, dan sebagainya. Namun dengan majunya teknologi saat ini pekerjaan-pekerjaan yang dahulunya dilakukan secara manual, kini dapat menggunakan teknologi yang sudah terintegrasi dengan yang lain sehingga informasi yang dibutuhkan dapat disampaikan dengan baik dan tidak memakan waktu yang lama. Teknologi informasi juga berperan penting dalam proses penyimpanan dan pengolahan data dalam skala yang besar dan tingkat keakuratan yang tinggi. Dengan adanya teknologi yang sudah terintegrasi, seluruh data transaksi yang terjadi pada setiap harinya dapat tersimpan dengan baik pada database melalui perangkat komputer sebagai media penyimpanan dan pengolahan data.
Data Warehouse merupakan salah satu bentuk dari perkembangan teknologi informasi yang saat ini banyak sekali perusahaan-perusahaan menggunakan data warehouse. Data Warehouse memiliki kemampuan mengintegrasi semua data, umumnya data transaksi yang dimiliki perusahaan, kemudian data tersebut diolah sehingga menjadi sebuah informasi yang digunakan oleh pihak eksekutif perusahaan untuk pengambilan suatu keputusan. Informasi yang ditampilkan haruslah jelas, mudah dipahami dan informasi yang disajikan sesuai dengan kebutuhan dari pihak eksekutif yang akan mengambil suatu keputusan untuk perusahaan dalam tingkat strategis.

Perusahaan bisnis yang kami gunakan sebagai contoh pada penulisan paper ini adalah Alfamart. Alfamart adalah salah satu minimarket retail & waralaba dari PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Model bisnis alfamart adalah menjual berbagai kebutuhan hidup sehari-hari dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat dan lokasi yang sangat strategis. Dapat kita ketahui bahwa gerai alfamart ini sudah berada disekitar kita, tentu alfamart ini memiliki banyak sekali cabang di Indonesia, dapat dibuktikan dengan hampir disetiap lokasi kita menemui gerai alfamart. Dari cabang yang begitu banyaknya tentu data transaksi yang dihasilkan sangat banyak dan berskala besar, seperti halnya jika pada satu gerai alfamart saja menghasilkan data transaksi hingga ribuan, belum lagi pada data transaksi dari cabang-cabang yang tersebar diseluruh Indonesia. Hal ini dapat menimbulkan resiko terjadinya kesalahan dalam mengolah data untuk menjadi suatu informasi yang berguna dan memungkinkan terjadinya resiko kehilangan dan redudansi data.

Dapat kita ketahui bahwa banyak sekali bisnis waralaba dibidang minimarket di Indonesa ini dan tentu skala data yang dihasilkan sangat besar dan luas. Data yang dihasilkan pun terus bertambah seiring dengan kebutuhan konsumen yang terus bertambah. Data yang semakin banyak ini membuat perusahaan sulit untuk mengolah data yang dimiliki. Maka dari itu dengan adanya Data Warehouse yang membantu pengolahan data pada bisnis. Oleh karena itu dengan adanya data warehouse ini dapat mendukung perusahaan dalam melakukan pengolahan data dalam skala besar sehingga informasi yang dihasilkan dapat berguna bagi pihak eksekutif sebagai alat bantu dalam proses pengambilan keputusan yang tepat dan strategi yang dibutuhkan untuk menangani para pesaing bisnis lainnya.

1.2 Ruang Lingkup
Dalam paper ini, kita akan membahas beberapa poin, yaitu:
A.Pentingnya Data Warehouse dalam Bisnis
Mengetahui betapa pentingnya data warehouse pada bisnis, terdapat keuntungan dan kerugian dari data warehouse.
B. Tampilan Visualisasi Data
Mengetahui data yang berbentuk tabel dan kolom ini diubah ke visualisasi data dalam bentuk grafis.
C.Mengetahui berbagai Tools Data Warehouse dari berbagai Perusahaan Teknologi
Kita dapat mengetahui tools data warehouse apa saja yang ada dari berbagai perusahaan teknologi seperti IBM, Dell, Microsoft,dan sebagainya, dan fitur-fitur pada tools yang dibuat dari perusahaan teknologi tersebut.
D. Sumber Daya dan Petunjuk Membangun Data Warehouse
Penting bagi kita untuk mengetahui sumber daya apa untuk membangun data warehouse dan petunjuk untuk membangun data warehouse pada perusahaan.

1.3 Metodologi Penulisan
Metodologi yang digunakan dalam penulisan paper ini, antara lain adalah Studi Kepustakaan.
1.3.1 Studi Kepustakaan
   Kami melakukan pencarian buku-buku, majalah, artikel, ataupun jurnal ilmiah dalam  membuat paper ini. 

1.4 Tujuan & Manfaat
Tujuan penulisan paper ini:
1.         Mengetahui kelebihan dan kekurangan apa saja pada data warehouse,
2.         Mengetahui kegunaan informasi yang dihasilkan visualisasi data dari data warehouse untuk perusahaan,
3.         Mengetahui berbagai tools data warehouse dari berbagai sumber,
4.         Mengetahui sumber daya yang dibutuhkan dalam data warehouse dan petunjuk pembangunan data warehouse.
Manfaat penulisan paper ini:
1.         Dapat mempelajari apa saja kelebihan dan kekurangan yang didapatkan jika menerapkan data warehouse,
2.         Dapat mengetahui kegunaan adanya visualisasi data dari data warehouse suatu perusahaan,
3.         Dapat mengetahui tools data warehouse dari berbagai sumber dan mengetahui kegunaan tools masing-masing,
4.         Dapat mempelajari kebutuhan sumber daya apa saja yang dibutuhkan perusahaan dalam membangun data warehouse, berserta petunjuknya.

1.5 Sistematika Penulisan
-                      BAB 1: PENDAHULUAN
Pada bab ini dijelaskan mengenai latar belakang pada penulisan paper ini, ruang lingkupnya , serta tujuan dan manfaat dari penulisan paper ini.
-                      BAB 2: LANDASAN TEORI
Pada bab ini dijelaskan secara singkat teori-teori dari beberapa para ahli yang mendukung penulisan paper ini.
-                      BAB 3: PEMBAHASAN
Pada bab ini dijelaskan tentang penjabaran dari ruang lingkup paper ini, yakni pentingnya data warehouse pada bisnis, visualisasi data, mengetahui tools data warehouse pada perusahaan teknologi ada apa saja dan kegunaan pada tiap tools, dan sumber daya apa yang dibutuhkan untuk membangun data warehouse dan petunjuk dalam membangun data warehouse.
-                      BAB 4: PENUTUP
Pada bab ini berisi tentang simpulan yang kami dapat dari hasil penulisan paper ini dan memberikan saran yang mungkin berguna dan bermanfaat.

Abstrak - Pengaruh Data Warehouse pada Bisnis Waralaba

Judul : Pengaruh Data Warehouse pada Bisnis Waralaba
BINUS UNIVERSITY - 2014 - 06PJM
Topik-Topik Lanjutan [Totolan] Kelompok 14


ABSTRAK

Berkembangnya teknologi informasi dalam era globalisasi ini membantu bisnis pada suatu perusahaan terutama dalam hal penyimpanan data perusahaan. Seiring berjalannya waktu, data yang dihasilkan suatu perusahaan akan terus bertambah dan tentu memakan kapasitas pada penyimpanan data. Karena data perusahaan yang terus bertambah ini menyulitkan perusahaan melakukan analisis untuk membantu dalam pengambilan suatu keputusan. Tentu perusahaan tidak dapat membiarkan masalah dari data yang terus bertambah menghambat proses analisis dan pengambilan keputusan. Data Warehouse-lah merupakan solusi untuk perusahaan dalam melakukan analisis dan pengambilan keputusan. Data Warehouse adalah suatu sistem penyimpanan data yang terdiri dari berbagai sumber data perusahaan yang diolah, diubah dan disimpan untuk dilakukan analisis dan dapat membantu dalam pengambilan suatu keputusan. Oleh karena itu, Data Warehouse memiliki peran penting dalam suatu perusahaan untuk meningkatkan bisnis nya dimasa yang akan datang.

KATA KUNCI : data, data warehouse.




Link

Senin, 19 Mei 2014

Daftar Pustaka - Editorial System : Percetakan Jarak Jauh Pada Perusahaan Surat Kabar

DAFTAR PUSTAKA

McLeod, R., & Schell, G. (2007). Management Information System (10th Edition). New Jersey: Prentice Hall International.
O'Brien, James A. (2005). Introduction to Information System. (12 th Edition). New  
York: McGraw Hill Companies Inc.
Pearlson Keri E., Saunders  Carol S. (2009). Strategic Management of Information
Systems. (4th Edition). John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd.
Rainer, R. K., & Cegielsky, C. G. (2013). Introduction to Information Systems (4th
ed.). Singapore: John Wiley & Sons Singapore Pte. Ltd
Romney, Marshall B., Steinbart, Paul J. (2011). Accounting Information Systems
(12 thEdition). Pearson Global Edition.
Williams, Brian K. and Sawyer, Stacey C. (2010). Using Information Technology Practical Introduction to Computers & Communications. (9th ed.). New York, USA: McGraw Hill.
Sumber dari Internet : www.kompasgramedia.com
Sumber dari Internet : www.elsevier.com
Sumber dari Internet : www.IBM.com

Minggu, 18 Mei 2014

BAB 4 - Penutup - Editorial System : Percetakan Jarak Jauh Pada Perusahaan Surat Kabar

BAB 4
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Perkembangan teknologi informasi yang terus berkembang tentu akan membantu kegiatan pada perusahaan surat kabar atau koran dalam melakukan produksi yang dahulu dilakukan secara manual, kini dapat dilakukan dengan otomatis dan lebih efisien. Kebutuhan masyarakat akan surat kabar atau koran yang dimana masyarakat tersebut berada di daerah-daerah yang tersebar, seperti di medan, bandung, bali, makassar dan sebagainya, hal ini merupakan tantangan terbesar perusahaan surat kabar atau koran untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dari daerah-daerah tersebut. Tentu ini sangat menyulitkan bagi pihak perusahaan dalam proses produksi dan pengiriman surat kabar atau koran tersebut agar sampai ke tangan masyarakat secara real-time atau dengan waktu yang bersamaan pada seluruh daerah.
Dengan adanya sistem cetak jarak jauh ini dapat membantu perusahaan surat kabar atau koran untuk melakukan produksi diberbagai daerah dan proses produksi tersebut dilakukan secara real-time atau dengan waktu yang bersamaan, sehingga surat kabar atau koran tersebut dapat sampai ke tangan masyarakat dengan waktu yang tepat. Selain itu, masyarakat juga merasa puas karena surat kabar atau koran ini selalu muncul informasi terbaru setiap harinya dan tentu informasi dari berita yang disajikan dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, seperti contoh : informasi tentang kondisi perekonomian, lapangan pekerjaan, kurs mata uang asing, saham, jual-beli furniture, kendaraan, dan sebagainya.

4.2 Saran
Berikut beberapa saran yang dapat diberikan adalah :
1.      User atau pengguna sistem harus menggunakan dan memanfaatkan sistem tersebut dengan baik dan benar, sehingga dapat mengurangi masalah kerusakan pada sistem akibat human error.

2.      Melakukan pengecekan dan perawatan pada sistem cetak jarak jauh agar transfer materi dapat dilakukan dengan baik dan selain sistem cetak jarak jauh, perlu juga pada mesin percetakan untuk dilakukan pengecekan dan perawatan secara berkala karena terkadang mesin tersebut rusak karena ada bagian mesin yang patah.

3.   Memberikan pelatihan pada staf-staf tentang pembuatan layout yang sesuai dan pas dengan plat, proses pelipatan plat dan pembuatan lubang pada plat dan pelatihan secara mekanikal yaitu melakukan perbaikan pada mesin percetakan jika terjadinya masalah seperti as copy yang patah, sehingga para staf memiliki skill lebih dan sewaktu-waktu jika terjadinya emergency, para staf dapat memperbaiki mesin percetakan yang rusak.

BAB 3 - Pembahasan - Editorial System : Percetakan Jarak Jauh Pada Perusahaan Surat Kabar

BAB 3
PEMBAHASAN


3.1   Keuntungan Menggunakan Sistem Cetak Jarak Jauh
Sistem Cetak Jarak Jauh (SCJJ) adalah suatu sistem yang secara otomatis mengirimkan materi berupa data ke pihak percetakan untuk dilakukannya produksi percetakan dari materi yang didapat. Terdapat beberapa keuntungan jika perusahaan menggunakan sistem cetak jarak jauh menurut IBM, yaitu :
1)      Output queue placement
Kumpulan file dapat ditempatkan secara otomatis pada suatu antrian tertentu dari sistem. Perintah pendukung pada tahap ini seperti Create Output Queue (CRTOUTQ) dan Start Remote Writer (STRRMTWTR). Perintah-perintah tersebut merupakan bahasa pemograman yang tidak dibahas dalam paper ini.

2)      Multiple Remote Writers Increase Throughput
Membantu para writers atau para penulis untuk mengirim kumpulan-kumpulan file secara bersamaan dari satu antrian dan didalam antrian itu memiliki beberapa file dari banyak para penulis.

3)      One-command Interface
Setelah lingkungan hardware dan software dibentuk, para penulis memulai semua aktivitas yang diperlukan untuk mengirim kumpulan file ke sistem remote. Setelah file sudah di entri kedalam sistem, maka dimulai pekerjaan secara otomatis oleh sistem tersebut dengan perintah STRRMTWTR untuk dilakukannya pengecekan pada file tersebut. Oleh karena itu, seorang penulis dapat melakukan pekerjaannya dimanapun dan kapanpun karena adanya sistem remote yang membantu seorang penulis mengirimkan file nya tanpa harus datang langsung ke kantor.

4)      Distributed Print Routing with Spooled File Attributes
Untuk mendistribusikan rute print dengan sekumpulan atribut file terdapat 3 bagian, yaitu :
§  User who created file
Atribut ini mengidentifikasi pengguna yang menciptakan kumpulan files.
§  System where file created
Atribut ini mengidentifikasi sistem di mana kumpulan files tersebut dibuat.
§  User print information
Atribut ini terdiri dari karakter yang diambil dari teks dari hasil penulisan yang ditetapkan.


Hasil teks dari kumpulan file yang dibuat dan sudah ditetapkan tidak dapat diubah isi dari teks tersebut.

5)      Send (SND) and Defer (DFR) Status
Status yang memungkinkan kita untuk memantau aktivitas hasil dari kumpulan files, terdapat 2 status yaitu :
§  Send / SND
Pengiriman kumpulan files ke sistem remote.

§  Defer / DFR
Penundaan kumpulan files yang telah dikirim ke sistem remote.


3.2 Tahapan Pengiriman Materi Pada Sistem Cetak Jarak Jauh

Dapat diketahui bahwa terdapat beberapa tahapan aliran file dalam proses pengiriman materi dengan cara sistem cetak jarak jauh secara umum, yaitu :
§  Bagian Pusat
Bertugas untuk melakukan pengiriman materi dalam bentuk file PDF (.pdf) yang berisi tentang artikel-artikel berita terkini dan file tersebut digunakan untuk melakukan percetakan surat kabar atau koran dan selain itu juga pusat percetakan juga melakukan proses produksi surat kabar untuk daerahnya.

§  Cloud / Satellite
Bertugas sebagai jaringan yang menghubungkan antara pusat percetakan dengan para cabang percetakan yang tersebar diberbagai daerah, seperti contoh pada kompas gramedia yang memiliki pusat percetakan di palmerah dan melakukan pengiriman materi ke medan,surabaya, bandung, bawean, dan lainnya, secara real-time.

§  Percetakan di Berbagai Daerah
Bertugas untuk menerima materi dalam bentuk file PDF (.pdf) yang dikirimkan dari pusat percetakan dan melakukan proses produksi surat kabar secara real-time dengan pusat percetakan sehingga para masyarakat dari berbagai daerah tetap dapat mengetahui informasi-informasi terkini.

3.3 Contoh Jenis-Jenis Surat Kabar dan Lokasi Percetakan pada Perusahaan Kompas Gramedia
Surat kabar adalah bentuk media paling umum, karena mampu melampirkan semua jenis pemberitaan dari dalam negeri hingga luar negeri demi kepentingan pembacanya hingga mitra-mitra lain yang membutuhkan. Bagian pada paper ini, kami menggunakan salah satu contoh perusahaan surat kabar yang ada, yakni Kompas Gramedia. Tidak mengherankan bila kebutuhan surat kabar yang diberikan Kompas Gramedia tidak hanya surat kabar harian yakni koran, tetapi ada juga surat kabar mingguan yakni tabloid, yang diyakini mampu meningkatkan informasi pada pembaca dan mitranya dengan isi berita lebih spesifik pada daerah surat kabar tersebut terbit. 
3.3.1 Jenis-Jenis Surat Kabar pada Kompas Gramedia
Beberapa jenis surat kabar atau koran pada kompas gramedia yang diterbitkan pada setiap hari, yaitu :
3.3.1.1 Surat Kabar Harian atau Koran
1)              Koran Kompas


Gambar 3.1 Koran Kompas
  
2)              Bangka Pos


Gambar 3.2 Bangka Pos
  
3)              Banjarmasin Pos


Gambar 3.3 Banjarmasin Pos

4)              Kontan


Gambar 3.4 Koran Kontan

5)              Tribun Jawa Barat


Gambar 3.5 Tribun Jabar

3.3.1.2 Surat Kabar Mingguan atau Tabloid
1)              Motor Plus


Gambar 3.6 Motor Plus

2)              Kontan


Gambar 3.7 Kontan

3)              Gaya Hidup Sehat


Gambar 3.8 Gaya Hidup Sehat

4)              Bola


Gambar 3.9 Bola

5)              OTOPlus


Gambar 3.10 OTOPlus

3.3.2 Lokasi Percetakan Kompas Gramedia
Beberapa lokasi percetakan pada kompas gramedia di Indonesia, untuk saat ini, yaitu :
1)      Palmerah Selatan, Jakarta Pusat pada tahun 1972, ini merupakan percetakan pertama yang didirikan oleh kompas gramedia dan menjadi pusat percetakan yang memberikan materi-materi kepada berbagai lokasi percetakan di Indonesia,
2)      Bawen, Jawa Tengah pada tahun 1997,
3)      Makassar, Sulawesi Selatan pada tahun 1997,
4)      Surabaya, Jawa Timur pada tahun 1999,
5)      Palembang, Sumatera Selatan pada tahun 2001,
6)      Banjarmasin, Kalimatan Selatan pada tahun 2002,
7)      Medan, Sumatera Utara pada tahun 2003,
8)      Bandung I, Jawa Barat pada tahun 2006,
9)      Bandung II, Jawa Barat pada tahun 2007,
10)  Bali pada tahun 2009,

3.4 Masalah pada Percetakan dan Solusinya
Beberapa masalah yang sering terjadi pada proses percetakan dan beberapa solusi yang dapat menanggulangi dampak dari masalah tersebut :

3.4.1 Masalah
1. Kesalahan pada plat untuk dilakukan percetakan, seperti tampilan layout tidak sesuai,
2. Kerusakan pada plat untuk dilakukan percetakan, seperti hasil pembuatan lubang pada plat yang tidak sesuai dengan menggunakan mesin punch dan lipatan plat yang tidak sesuai,
3. Kerusakan pada mesin percetakan bagian as copy patah karena beban kertas terlalu berat dan hentakan dari mesin yang terjadi karena kecepatan gerakan mesin percetakan tersebut.

3.4.2 Solusi
1. Melakukan pengecekan layout surat kabar sebelum dicetak kebentuk plat dan menentukan layout yang sesuai untuk konten dari surat kabar tersebut,
2. Melakukan proses pelipatan pada plat dan pembuatan lubang pada plat dengan hati-hati dan teliti,
3. Mengurangi daya beban kertas yang terlalu berat sehingga dapat meringankan kerja dari bagian as copy pada mesin percetakan, as copy seperti roda yang terus berputar,


BAB 2 - Landasan Teori - Editorial System : Percetakan Jarak Jauh Pada Perusahaan Surat Kabar

BAB 2
LANDASAN TEORI


2.1 Pengertian Sistem
Menurut O’Brien (2005, p29), sistem adalah sekelompok elemen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan dengan cara menerima input dan menghasilkan output dalam suatu proses yang teratur.
Menurut Romney, Steinbart (2011, p24), sistem adalah satu atau lebih komponen yang saling terkait dan berinteraksi untuk mencapai sebagian besar sistem yang terdiri dari subsistem yang kecil untuk mendukung sistem yang lebih besar.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat diketahui bahwa sistem adalah suatu sekelompok elemen yang saling berhubungan yang terintegrasi dan memiliki tujuan yang sama.
2.1.1 Elemen-elemen Sistem
Menurut McLeod (2007, p10) terdapat elemen-elemen yang berbeda pada setiap sistem, yang berarti bahwa tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen-elemen yang sama. Tetapi susunan dasar sistem secara umum memiliki tahapan yang sama, berikut gambarnya menurut McLeod :                                                             

Gambar 2.1 Elemen-elemen sistem
Sumber: McLeod (2007, p9)

2.2 Pengertian Informasi

Menurut Rainer, Cegielski (2013, p13), informasi merujuk pada data-data yang telah terorganisir atau sudah diolah, sehingga data tersebut memiliki makna dan nilai kepada penggunanya. 
Menurut Pearlson, Saunders (2009, p13), informasi adalah data yang memiliki relevansi dan tujuan.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat diketahui bahwa informasi adalah suatu data yang telah diolah sehingga memiliki suatu nilai yang berguna dan bermanfaat bagi para pengguna data tersebut..

2.3 Pengertian Teknologi Informasi
Menurut Laudon (2010, p45), teknologi informasi berupa hardware dan software yang diperlukan perusahaan dalam mencapai target bisnis perusahaan.
Menurut Rainer, Cegielsky (2013, p5), teknologi informasi adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan hardware dan software yang digunakan orang-orang untuk melakukan pekerjaan dan mendukung pengelolaan informasi yang dibutuhkan.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat diketahui bahwa teknologi informasi adalah hardware dan software yang saling berhubungan untuk membantu orang-orang dalam melakukan pekerjaan.

2.4 Pengertian Editorial System
Pengertian editorial system menurut Elsevier pada www.elsevier.com (2014). editorial system adalah suatu software berbasis web untuk mengelola proses editorial pada jurnal atau naskah. Pengiriman makalah penelitian dan naskah lainnya dilakukan secara online tanpa harus memberikan makalah penelitian dan naskah dalam bentuk fisik dan proses manajemen editorial yang berguna untuk menangani penugasan para editors dalam melakukan pembuatan makalah dan naskah, pihak manajemen melakukan ulasan terhadap makalah dan naskah yang dibuat para editors, melakukan pemisahan makalah dan naskah sesuai dengan topik atau isi kontennya, dan sebagai pengambilan keputusan pada makalah dan naskah tersebut.

2.4.1        Manfaat dari Editorial System
1)      Manajemen Jurnal
Membantu proses manajemen jurnal dalam melakukan pengolahan jurnal dan naskah, mengidentifikasi penulis dan melakukan penyimpanan data (jurnal dan naskah) yang didapatnya, tanpa harus menyimpan file-file dalam bentuk kertas atau hardcopy.

2)      Manajemen Ulasan
Melakukan ulasan terhadap jurnal dan naskah apakah isi pada jurnal dan naskah terdapat kesalahan atau tidak. Kesalahan bisa dalam bentuk : kesalahan penulisan teks, kesalahan penempatan artikel, dan sebagainya.

3)      Manajemen Pelaporan
Memberitahu kepada pihak editors tentang informasi status jurnal dan naskah secara online untuk mengetahui apakah jurnal dan naskah sudah dilakukan proses produksi atau masih harus melakukan perbaikan atau revisi dari jurnal dan naskah karena adanya kesalahan.