BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Sistem
Menurut O’Brien (2005, p29), sistem adalah sekelompok elemen yang saling
berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan dengan cara menerima input dan menghasilkan output dalam suatu proses yang teratur.
Menurut Romney, Steinbart (2011, p24), sistem adalah satu atau lebih
komponen yang saling terkait dan berinteraksi untuk mencapai sebagian besar
sistem yang terdiri dari subsistem yang kecil untuk mendukung sistem yang lebih
besar.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat
diketahui bahwa sistem adalah suatu sekelompok elemen yang saling berhubungan
yang terintegrasi dan memiliki tujuan yang sama.
2.1.1
Elemen-elemen Sistem
Menurut McLeod (2007, p10) terdapat elemen-elemen yang berbeda pada setiap
sistem, yang berarti bahwa tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen-elemen
yang sama. Tetapi susunan dasar sistem secara umum memiliki tahapan yang sama,
berikut gambarnya menurut McLeod :
Gambar 2.1 Elemen-elemen
sistem
Sumber: McLeod
(2007, p9)
2.2 Pengertian
Informasi
Menurut Rainer, Cegielski (2013, p13), informasi merujuk pada data-data yang telah terorganisir atau
sudah diolah, sehingga data tersebut
memiliki makna dan nilai kepada penggunanya.
Menurut Pearlson, Saunders (2009, p13), informasi adalah data yang memiliki relevansi dan tujuan.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat diketahui
bahwa informasi adalah suatu data
yang telah diolah sehingga memiliki suatu nilai yang berguna dan bermanfaat bagi
para pengguna data tersebut..
2.3 Pengertian Teknologi
Informasi
Menurut Laudon (2010, p45), teknologi informasi berupa hardware dan software
yang diperlukan perusahaan dalam mencapai target bisnis perusahaan.
Menurut Rainer, Cegielsky (2013, p5), teknologi informasi adalah segala
sesuatu yang berhubungan dengan hardware
dan software yang digunakan
orang-orang untuk melakukan pekerjaan dan mendukung pengelolaan informasi yang
dibutuhkan.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat
diketahui bahwa teknologi informasi adalah hardware
dan software yang saling berhubungan
untuk membantu orang-orang dalam melakukan pekerjaan.
2.4 Pengertian
Editorial System
Pengertian editorial system menurut Elsevier
pada www.elsevier.com (2014). editorial system adalah suatu software
berbasis web untuk mengelola proses editorial pada jurnal atau naskah.
Pengiriman makalah penelitian dan naskah lainnya dilakukan secara online tanpa harus memberikan makalah
penelitian dan naskah dalam bentuk fisik dan proses manajemen editorial yang berguna untuk menangani
penugasan para editors dalam
melakukan pembuatan makalah dan naskah, pihak manajemen melakukan ulasan
terhadap makalah dan naskah yang dibuat para editors, melakukan pemisahan makalah dan naskah sesuai dengan topik
atau isi kontennya, dan sebagai pengambilan keputusan pada makalah dan naskah
tersebut.
2.4.1
Manfaat dari Editorial System
1)
Manajemen
Jurnal
Membantu proses
manajemen jurnal dalam melakukan pengolahan jurnal dan naskah, mengidentifikasi
penulis dan melakukan penyimpanan data
(jurnal dan naskah) yang didapatnya, tanpa harus menyimpan file-file dalam
bentuk kertas atau hardcopy.
2)
Manajemen
Ulasan
Melakukan ulasan
terhadap jurnal dan naskah apakah isi pada jurnal dan naskah terdapat kesalahan
atau tidak. Kesalahan bisa dalam bentuk : kesalahan penulisan teks, kesalahan
penempatan artikel, dan sebagainya.
3)
Manajemen
Pelaporan
Memberitahu
kepada pihak editors tentang
informasi status jurnal dan naskah secara online
untuk mengetahui apakah jurnal dan naskah sudah dilakukan proses produksi atau
masih harus melakukan perbaikan atau revisi dari jurnal dan naskah karena
adanya kesalahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar