BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Data
Menurut Hoffer (2009, p46), data
adalah representasi dari objek dan peristiwa yang memiliki arti penting dalam
lingkungan pemakai.
Menurut Laudon dan Laudon (2010,
p46), data adalah kumpulan fakta
mentah yang menjelaskan suatu aktivitas-aktivitas yang tejadi dalam suatu
organisasi atau lingkungan, sebelum terorganisir dan disusun menjadi sebuah
bentuk yang dapat dimengerti oleh pengguna.
Menurut Connolly (2010, p70), data
adalah komponen yang penting dalam database
management system atau DBMS. Berasal dari sudut pandang end-user, data bertindak sebagai penghubung yang menghubungkan antara
komponen mesin dengan user.
Jadi dari pengertian diatas, data adalah kumpulan dari kumpulan fakta
yang didapat dari kejadian yang terjadi dalam bentuk fakta yang belum diolah
sehingga belum memiliki arti bagi pada pemakai.
2.2 Pengertian Database
Menurut Connolly (2010, p65), database
atau basis data adalah sekumpulan data
logical yang saling berhubungan dan
mendeskripsikan suatu data yang
dirancang untuk memenuhi kebutuhan
informasi pada suatu organisasi.
Menurut McLeod (2007, p181), database adalah suatu kumpulan data komputer yang saling terintegrasi
atau berhubungan, diorganisasikan dan disimpan dengan suatu cara yang memudahkan
pengambilan kembali.
Menurut William dan Sawyer (2007,
p416), database adalah kumpulan data
yang saling berhubungan, diatur secara logis yang dirancang untuk tujuan khusus
sebuah teknologi untuk mengumpulkan banyak fakta yang berguna bagi perusahaan.
Jadi database
adalah kumpulan dari data yang
dimiliki perusahaan dan saling berhubungan serta disimpan untuk memenuhi
kebutuhan informasi perusahaan tersebut.
2.3 Pengertian Data Warehouse
Menurut William dan Sawyer (2007,
p432), data warehouse adalah database khusus untuk data dan meta data yang sudah
dibersihkan. Data warehouse juga
merupakan salinan atau reproduksi data
yang mirip dengan data yang ada pada mainframe.
Menurut O’Brien (2009, p697), data
warehouse adalah kumpulan data
yang terpadu dari data yang diambil
dari database operational, history, data eksternal, yang dibersihkan, diubah, dan dikategorikan untuk
digunakan sebagai analisis dan membantu para pengambil keputusan akhir.
Menurut Singh, D.C.Upadhaya dan
Yadav (2011, p1), data warehouse
adalah sistem kompleks yang terdiri dari banyak komponen-komponen yang
menyimpan data untuk mendukung
keputusan akhir.
Menurut Matamala, Contreras dan
Sepulveda (2012, p99), data warehouse
adalah gudang data yang terdiri dari
sumber yang berbeda dan merupakan sistem untuk analisis yang digunakan untuk
mendukung pengambilan keputusan.
Berdasarkan pengertian diatas, dapat
diketahui bahwa data warehouse merupakan
suatu penyimpanan data pada
perusahaan yang kemudian diolah untuk dilakukan analisis dari data tersebut dan mendukung pengambilan
keputusan.
2.3.1 Tahapan
Membangun Data Warehouse
Menurut Poolet (2009, p22) untuk membangun suatu data warehouse terdapat
beberapa tahap, yaitu :
1)
Tahap Discover
Dalam tahap
discover ini diperlukan karena output
dari sebuah data warehouse harus mendukung tujuan organisasi. Tahap ini bertujuan
untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin pada suatu proyek yang akan dibuat.
2)
Tahap Design
Tahap ini
merupakan gambaran model dan skema yang menggambarkan data warehouse yang akan
dibuat seperti apa.
3)
Tahap Develop
Tahap ini
menggumpulkan data-data dari tahap discover dan tahap design yang digunakan untuk menentukan lingkungan untuk suatu data warehouse.
4)
Tahap Deploy
Tahap ini
merencanakan untuk menyebarkan lapisan aplikasi secara bertahap, karena authences yang berbeda dalam perusahaan
mengadopsi tingkat yang berbeda.
5)
Tahap Day to Day
Tahap ini
merupakan proses untuk mengolah data warehouse per hari atau per minggu yang
bertujuan untuk memantau proses kerja sistem yang harus selalu up to date sehingga proses laporan dapat
dikerjakan dengan baik.
6)
Tahap Defend
Tahap ini
merupakan suatu tahap untuk mempertahankan data
warehouse yang dibuat dari segala
ancaman fisik baik secara internal
maupun eksternal. Ancaman internal
seperti (kerusakan sistem, kerusakan jaringan, human error, dan
lainnya), sedangkan ancaman eksternal seperti (banjir, kebakaran, longsor,
gempa bumi, dan lainnya).
7)
Tahap
Decommision
Tahap ini
berguna untuk melakukan sinkronisasi pada data
warehouse yang sudah kadarluarsa atau
tidak memenuhi persyaratan lagi.
2.3.2
Karakteristik Data Warehouse
Menurut Inmon
(2005, p34) terdapat beberapa karakteristik dalam data warehouse, yaitu :
1)
Subject Oriented
Data warehouse
yang berorientasi subjek maksudnya data warehouse didesain untuk menganalisa data berdasarkan subjek-subjek tertentu
dalam organisasi, seperti data customers, data products, data suppliers dan data sales. Hal ini
dikarenakan kebutuhan dari data warehouse untuk menyimpan data yang bersifat penting sebagai
penunjang untuk pengambilan suatu keputusan.
Gambar 3.1 Karakteristik Data
Warehouse : Subject
Oriented
Sumber:
Inmon (2005, p30)
2)
Integrated
Karakteristik
ini merupakan hal yang paling penting pada data
warehouse. Terintegrasi maksudnya
ialah data warehouse dapat menyimpan data
yang berasal dari berbagai sumber yang terpisah kedalam suatu format yang
saling terintegrasi antara yang satudengan yang lain. Data tersebut diubah, diformat ulang, disusun dan diringkas.
Hasilnya, data pada data warehouse sudah merupakan suatu kesatuan
yang berhubungan dan tidak dapat dipisahkan lagi.
Gambar 3.1 Karakteristik Data
Warehouse : Integrated
Sumber: Inmon
(2005, p31)
3)
Non Volatile
Karakteristik
ini berarti data pada data warehouse tidak di-update secara real time, tetapi di refresh dari sistem operasional secara regular.
Gambar 3.1 Karakteristik Data
Warehouse : Non Volatile
Sumber: Inmon (2005, p32)
4)
Time Variant
Karakteristik
ini maksudnya seluruh data pada data warehouse berhubngan dengan elemen
waktu. Secara umum, sistem operasional pada perusahaan tidak memiliki data history,
untuk itu data warehouse menjawab masalah tersebut dengan memberikan dimensi history pada data yang didapat dari database
operasional. Data warehouse berisi history data yang umumnya
berjangka waktu 5-10 tahun, sehingga history
data yang lama tetap disimpan dalam
sistem, hal ini beguna sebagai bahan analisis bagi pengambilan keputusan.
Gambar 3.1 Karakteristik Data
Warehouse : Time Variant
Sumber: Inmon (2005, p32)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar